Alatukur listrik merupakan kendaraan yang dimanfaatkan untuk mendapati besaran elektrik, seperti larangan, arus elektrik dan selalu beda terpendam listrik. Lazimnya terdapat perut macam kendaraan ukur buat listrik, yakni analog serta juga digital. Jenis serupa biasanya pemakai harus membaca sendiri patokan yang ditunjukkan oleh tusuk, sementara buat yang digital akan muncul secara otomatis. Caramenggunakan feeler gauge atau thickness gauge Menerapkan alat ukur elektrik serta fungsinya; Lazimnya Terdapat Perut Macam Kendaraan Ukur Buat Listrik, Yakni Analog Serta Juga Digital. Menerapkan alat ukur pneumatik serta fungsinya. Alat ukur mekanik ini pada umumnya diunakan untuk mengukur panjang, lebar, kedalaman, diameter luar dan Menerapkanalat ukur elektronik serta fungsinya Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya Menerapkan alat ukur pneumatik serta fungsinya Menganalisis berbagai jenis jacking, blocking, dan lifting Menerapkan cara pengangkatan benda kerja Menganalisis berbagai bearing, seal, gasket, dan hoses Memahami treaded, fastener, sealant, dan adhesive Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan Menerapkanalat ukur mekanik serta fungsinya; Menerapkan alat ukur mekanik serta fungsinya Disukai Diunduh 10 Dilihat 36. daring. Penulis: HAZMI BOBBY ZUHDI NASUTION : Diterbitkan: 15 Juli 2021 10:00 : Jenjang: SMK/MAK : Kelas: 10 : Mapel: Teknik Otomotif GasAnalizer merupakan alat ukur elektronik yang digunakan untuk mengukur kadar berbagai zat dalam gas buang. Gas analizer dapat mendeteksi kadar oksigen, karbonmonoksida, karbondioksida, hidrocarbon. Selain zat yang terkandung dalam gas buang, gas analizer juga dapat digunakan untuk menggukur lamda atau perbandingan udara dan bensin. 0I8B. By Alfridho Leoparlin Post a Comment Post a Comment for " Menerapkan alat ukur elektrik serta fungsinya" Alat Ukur Elektrik - Alat ukur elektrik adalah salah satu alat ukur yang digunakan dalam proses perawatan dan perbaikan kendaraan. Alat ukur elektrik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran besaran listrik yaitu arus, voltase, dan hambatan. Besaran listrik ini banyak digunakan pada rangkaian kelistrikan kendaraan. Alat ukur elektrik sangat berperan untuk mengetahui kerja dari rangkaian kelistrikan yang digunakan pada kendaraan. Dalam penggunaannya terdapat berbagai macam alat ukur elektrik. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai besaran listrik yang harus dicek ketika proses perbaikan dan perawatan rangkaian kelistrikan kendaraan. Alat ukur elektrik juga mengalami berbagai perkembangan yang memunculkan berbagai alat ukur yang lebih praktis dan efisien. Alat ukur elektrik secara umum dibagi menjadi dua jenis. Jenis alat ukur elektrik ini yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital. Alat ukur elektrik analog adalah alat ukur elektrik yang masih bersifat mekanis atau menggunakan jarum. Alat ukur digital adalah alat ukur yang sudah bekerja secara digital serta menggunakan layar untuk menampilkan hasil pengukuran. Mengingat banyak penggunaan pada bidang otomotif, maka alat ukur elektrik memiliki peranan yang sangat penting. Untuk lebih jelasnya mengenai alat ukur elektrik baik pengertian, macam, dan fungsinya akan dibahas pada artikel berikut ini. Pengertian Alat Ukur Elektrik Pengertian alat ukur elektrik adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besaran listrik yaitu arus I, voltase V, dan hambatan R. Besaran listrik ini digunakan untuk pemeriksaan dan perawatan rangkaian kelistrikan kendaraan. Macam-Macam Alat Ukur Elektrik Dan Fungsinya Terdapat beberapa jenis alat ukur elektrik yang banyak digunakan pada pemeriksaan dan perawatan kendaraan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai macam alat ukur elektrik dan fungsinya. 1. Amperemeter Amperemeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus baik direct current maupun alternating current. Amperemeter biasanya terdiri dari beberapa ukuran tergantung arus yang akan diukur. Amperemeter dipasang secara seri atau berderet dengan rangkaian yang akan diukur. Setelah itu hasil dapat dibaca pada angka yang ditunjuk jarum. 2. Ohmmeter Ohmmeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan pada suatu rangkaian. Hambatan merupakan besaran yang menahan arus listrik untuk mengalir. Hambatan disimbolkan dengan huruf R atau resistance. Alat ini terdapat galvanometer yang mengukur arus yang mengalir pada suatu hambatan kemudian dikalibrasikan ke ohm. Cara menggunakan ohmmeter sangat mudah yaitu memutuskan hubungan pada rangkaian arus listrik ke semua sumber tegangan untuk mencegah kerusakan pada alat ukur. Pastikan ohmmeter sudah dalam keadaan kalibrasi atau telah diset nol. Kemudian ukurlah tahanan dengan menyentuhkan probe ke satu ujung rangkaian dan probe lain ke ujung lainnya. Hasil pengukuran dapat dilihat pada jarum penunjuk. 3. Voltmeter Voltmeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur tegangan yang mengalir pada suatu rangkaian. Voltmeter dirangkai atau disusun secara paralel pada suatu rangkaian kelistrikan. Alat ini terdiri dari 3 lempengan yang mana dua lempengan luar merupakan Anoda dan lempengan tengah sebagai katoda. Lempengan ini dipasang pada sebuah bakelite dan dibungkus dengan tabung kaca atau plastik. Cara menggunakan yaitu dengan merangkai voltmeter pada rangkaian kelistrikan secara paralel, kemudian pastikan rangkaian terhubung dengan sumber. Hasil dapat dibaca pada jarum penunjuk. 4. Wattmeter Wattmeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur daya atau power yang ada pada suatu rangkaian. Daya merupakan perkalian antara voltase x arus. Daya ini digunakan untuk mensuplai arus listrik terhadap beban kelistrikan kendaraan. Apabila daya lebih rendah tentunya akan mengakibatkan berbagai permasalahan pada rangkaian kelistrikan kendaraan. 5. Multimeter Multimeter adalah salah satu alat ukur elektrik yang dapat mengukur tahanan, tegangan, arus, kapasitas, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan namanya yaitu multi yang berarti banyak atau bermacam-macam. Dalam penggunaannya terdapat dua multimeter yaitu analog dan digital. Multimeter memiliki seletor pada bagian tengah untuk memilih apa yang akan diukur kemudian hasil dapat dibaca pada jarum penunjuk sesuai dengan skala pengukuran yang dipilih. Alat ukur elektrik diatas merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam proses perbaikan atau service kendaraan. Terdapat berbagai macam alat ukur elektrik yang memiliki penggunaan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelas mengenai jenis alat ukur elektrik sudah dijelaskan diatas. Menerapkan Alat Ukur Elektrik Serta Fungsinya - Alat ukur elektrik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik antara lain tegangan, kuat arus, dan hambatan/resistansi. Sebelumnya sudah dibahas mengenai alat ukur mekanik dan fungsinya, dan pada artikel kali ini pembahasannya adalah mengenai alat ukur elektrik karena keduanya merupakan bagian dari alat ukur yang sering digunakan dalam dunia otomotif. Pengertian Alat Ukur Elektrik Pengertian alat ukur elektrik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran besaran listrik yaitu hambatan, arus, dan tegangan listrik. Namun begitu, di dalam dunia otomotif, alat ukur elektrik ini lebih cenderung ditujukan kepada alat ukur yang bekerja secara elektrik menggunakan listrik dan digunakan untuk mengukur serta mendiagnosa kondisi mesin. Terdapat berbagai macam alat ukur elektrik yang biasa digunakan di bengkel otomotif. Tetapi untuk melakukan fungsinya dengan baik tiap alat ukur ini terdapat satu kesamaan yaitu alat ukur elektrik memerlukan daya listrik. Baik itu dari listrik sumber arus AC arus bolak balik misalnya listrik rumah maupun sumber arus DC arus searah dari baterai. Lalu apakah bedanya elektrik dan elektronik? Ok jadi kebanyakan dari kita masih kebingungan nih dalam membedakan antara elektrik dan elektronik. Jika kita merujuk pada KBBI bisa diketahui bahwa elektrik merupakan sebutan lain dari listrik dan elektronik merupakan sebutan untuk alat/benda yang bekerja berdasarkan prinsip elektronika. Berikut merupakan macam-macam alat ukur elektrik yang biasa digunakan di bengkel otomotif Ampere meter Ohm meter Watt meter Volt meter Multi meter Macam-macam Alat Ukur Elektrik beserta Fungsinya 1. Ampere meter Ampere meter Ampere meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya kuat arus listrik yang mengalir di dalam sebuah rangkaian Pada ampere meter biasanya terdapat skala untuk nilai ampere, mili ampere, dan mikro ampere. Fungsi Mengukur besar arus listrik dalam rangkaian 2. Volt meter Volt meter Volt meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan/beda potensial antara dua titik Volt meter merupakan galvano meter yang dirangkai seri dengan resistor berhambatan tinggi. Terdapat 2 jenis volt meter yaitu volt meter analog dan digital. Untuk volt meter analog biasanya terdapat pointer jarum penunjuk sebagai penunjuk dari nilai pengukuran. Sedangkan untuk volt meter digital menggunakan LCD. Kemampuan pengukuran pada volt meter terbatas, tergantung pada nilai maksimum yang tertera pada alat ukur tersebut. Fungsi Mengukur tegangan beda potensial 3. Ohm meter Ohm meter Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik dan mengetahui nilai resistansi suatu beban elektronika, dan mengetes kontinuitas dari rangkaian seperti saklar, sikring fuse dll, apakah terputus atau merupakan rangkaian terbuka. Ohm meter menggunakan galvano meter untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik resistansi, kemudian dikalibrasikan ke satuan Ohm. Fungsi Mengukur hambatan listrik 4. Watt meter Watt meter Watt meter adalah instrumen pengukur daya listrik dalam satuan watt Watt meter pada dasarnya adalah penggabungan dari ampere meter dan volt meter, yang berfungsi untuk mengukur secara langsung daya yang terpakai pada suatu rangkaian listrik. Fungsi Mengukur daya listrik 5. Multimeter Multimeter analog Merupakan alat ukur elektronik yang multifungsi, dimana multimeter dapat digunakan sebagai ampere meter, volt meter, dan Ohm meter. Multimeter ini adalah alat ukur elektrik yang paling sering digunakan dalam dunia otomotif, khususnya untuk memeriksa semua komponen kelistrikan. Multimeter sering disebut juga AVO meter ataupun multitester. Multimeter terdiri dari 2 jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Jenis pengukuran dan nilai pengukuran dapat dipilih dengan memutarkan selector, dan hasil pembacaan akan ditampilkan pada skala angka yang terdapat pada display. berikut merupakan pengukuran yang biasa dilakukan di bengkel otomotif menggunakan multimeter Pengukuran tegangan baterai Kontinuitas Pengecekan fuse dan elektrikal, sensor-sensor dan aktuator pengukuran nilai hambatan kabel busi, kabel tegangan tinggi Berbagai pengecekan dalam sistem starter dan pengisian, dll. Fungsi Mengukur arus AC dan DC, mengukur tegangan, dan hambatan resistansi Jadi sekian pembahasan mengenai menerapkan alat ukur elektrik dan fungsinya, jadi sekarang kalian sudah tau jawabannya jika ada pertanyaan mengenai apa alat ukur tegangan listrik? atau alat ukur arus listrik, ataupun alat ukur hambatan listrik? ya secara singkat kalian bisa menjawab AVO meter.